Senin, 07 Desember 2020

Pelita yang Dinanti


Holla... Hallo….


Namaku Alexandra, biasa dipanggil Alexa atau Aca.

Aku tinggal disebuah desa bernama Desa Kananggar, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Tahun ini usiaku genap 12 tahun. Aku seorang anak petani yang memiliki 4 bersaudara. Aku anak perempuan pertama, kakak pertama dan kedua laki-laki. Aku memiliki adik perempuan yang bernama Alma. apakah namaku terdengar seperti artis luar negri? Yapss…. Benar. Bapak dan Ibu terinspirasi dari keluarga bule yang pernah mengunjungi daerah kami, desa Kananggar. Anak perempuan dari keluarga bule tersebut bernama Alexa, persis seperti namaku. Ibu menceritakan betapa baik dan harmonis keluarga Mr Starck, ayah dari Alexa. Mr Stack dan keluarganya datang ke desa kami untuk membawa sebuah alat yang sangat kami butuhkan. Alat yang tidak pernah kami terima dari pemerintah. Kami sangat membutuhkan alat ini. Sudah cukup lama hidup tanpa adanya sinar yang menerangi di larut malam. Alat tersebut adalah mesin pembangkit listrik tenaga angin. Mr dan Mrs Stack memberikan hadiah ini secara cuma-cuma untuk kami. Sebuah hadiah yang luar biasa.

Listrik bisa diibaratkan sebagai pelita yang telah lama dinanti. Sebenarnya bukan hanya di desa ku. Masih sangat banyak daerah di Sumba yang belum terjangkau dengan listrik. Salah satunya adalah sekolahku. Bukan hanya listrik, bahkan atapnya pun sering bocor karena hujan yang deras ketika musim penghujan. Fasilitas belajar yang sangat kurang juga kami rasakan selama bersekolah. Seperti tidak diperhatikan.

Setelah menanti bertahun-tahun lamanya, pelita yang dinanti itu datang. Mr and Mrs Starck bak penyelamat desa Kananggar. Mesin yang diberikan beroperasi dengan sangat baik. Karena daerah Sumba juga memiliki angin yang kencang, maka ini sangat cocok. Bapak kepala desa juga membangun kincir angin sehingga mesin dapat beroperasi dengan lancar. 

Kini pelita yang dinanti sudah didepan mata. Tetapi tidak hanya itu. Mr dan Mrs Stack juga membawa sesuatu yang spesial. Sebuah buku yang sudah sangat lama dinantikan anak-anak di desa. Alkitab bergambar. Betapa bahagianya anak-anak pada saat itu. Andai aku sudah lahir, pasti aku juga sudah melompat kegirangan. Eiiittss… tunggu dulu. Aku juga masih bisa membaca buku itu, Alkitab bergambar. Saking bagus dan dirawat dengan baik, generasi selanjutnya juga bisa menikmatinya. Aku sangat gembira.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sayap sebelah yang patah

 Roma, 28 Desember 1999 Lahir seorang anak bernama Helena Alexandra. Dia anak yang sangat manis dan pintar. Alexa, begitu sapaan akrab untuk...