UAS-Percobaan Gunung Berapi

Gambar terkait
Pada kesempatan kali ini kita akan membuat prcobaan gunung berapi. Tuentunya kita akan membuat dengan bahan-bahan sederhana dan mudah didapat. Percobaan ini tidak akan memakan biaya yang mahal, karena hanya menggunakan barang bekas dan bahan masakan didapur. Sebelum memulai eksperimen, mari kita mempelajari sifat-sifat gunung berapi terlebih dahulu.
A.   Gunung Api Fisura
Gunung api jenis ini sering disebut dataran tinggi basal. Akan tetapi, gunung ini tidak Nampak seperti gung ataupun bukit. Tetapi Nampak seperti celah yang ada dipermukaan bumi, dengan aktivitas gunung berapi. Pada umumnya, gunung berapi ini ditandai dengan letusan lembut basalt magma. Gunung ini terdapat didaerah lereng yang sangat datar. Gunung ini pertama kali ditemukan di Islandia pada tahun 1952 di Nikaragua.
B.   Gunung Api Perisai
Tipe gunung yang satu ini berukuran cukup besar, terletak di dekat kawah dipuncak gunung. Pada umumnya gunung ini tidak mengeluarkan ledakan yang keras dibandingkan gunung lainnya, namun sering mengalirkan aliran lava dalam jumlah yang cukup banyak dan panjang terbentang.

C.   Gunung Api Strato Volcano
Gunung ini biasanya disebut gunung berapi komposit, yang memiliki ledakan yang sangat kuat dan sangat berbahaya. Gunung ini unik dengan ditandai bentuk segitiga, dan juga memiliki lereng yang angat curam dan simetris. Gunung ini memiliki ketinggian hingga 10.000 kaki diatas permukaan laut, dan menciptakan gunung-gunung megah dan indah didunia. Namun sewaktu meledak, gunung ini akan memberi dampak yang sangat besar. Seperti melempar batu, abu vulkanik, dan lava yang sangat tinggi ke permukaan. Bukan dhanya itu, lereng yang sangat curam membuat lava mengalir sangat cepat dan sulit untuk dapat keluar dari arus yang mengalir dari segala sisi. Salah satu contohnya adalah gunung Fuji yang ada di Jepang.
D.   Gunung Api Kaldera
Gunung api jenis ini dapat dikatakan sebagai peninggalan masa lampau yang sangat keras. Hasil dari ledakan gunung ini sangat keras, sehingga lava yang keluar membentuk  kawah raksasa di tanah yang terkadang memanjang cukup luas.  Gunung api Kaldera masih bisa meletus sekarang ini, dan letusannhya bisa sangat kejam dan membahayakan. Contoh jenis gunung Kaldera yang ada di Indonesia, yakni Gunung Krakatau.
Diatas merupakan beberapa jenis gunung berapi yang masih aktif, akan tetapi masih ada lagi jenis gunung api lainnya. Setelah kita mempelajari jenis gunung api, sekarang kita akan membahas, bagaimana dan mengapa proses terjadinya ledakan atau letusan gunung berapi. Pertama-tama kita harus mengetahui ciri-ciri gunung akan meletus, yaitu seperti dibawah ini :
a.    Mata air disekitaran lereng gunung menjadi kering
b.    Suhu atau udara disekitaran gunung terasa hangat bahkan panas
c.    Terjadi guncangan atau gempa kecil hingga semakin lama semakin kuat
d.    Mengeluarkan suara bergemuruh
e.    Tanaman yang ada disekitar daerah gunung menjadi layu
f.     Binatang yang tinggal didaerah gunung berpindah dengan gelisah, bahkan ada yang hingga turun ke perkampungan warga.
Berikutnya kita akan membahas mengenai bagaimana proses terjadinya gunung berapi. Pada proses awal terjadinya gunung berapi, ketika endapan magma berada kurang lebih 10 Km dibawah permukaan tanah yang mengalami tekanan atau tindakan yang cukup keras yang berasal dari gas bumi. Gas bumi tersebut akan terus melakukan tekanan terhadap endapan magma yang terkubur tersebut, dalam waktu yang lama bersama dengan bebatuan yang terkubur di dalamnya. Sehingga gas bumi tersebut memaksa untuk meluapkannya keluar.
Ketika terjadi letusan Gunung berapi, tentunya kita tahu bahwa bvanyak dampak negative yang diakibatkan. Seperti kerusakan lingkungan, pencemaran air juga udara, dan bahkan ada yang hingga merusak perkampungan atau rumah warga yang tinggal di sekitar lereng gunung. Namun tahukan kamu, bahwa letusan gunung berapi juga memiliki dampak positif. Beriku ini adalah dampak positif dari letusan gunung berapi :
a.    Tanah disekitaran lereng gunung menjadi lebih subur dan menyuburkan tanaman
b.    Belerang dari hasil letusan gunung yang dapat digunakan sebagai obat-obatan tradisional
c.    Terdapat sumber mata air yang baru
d.    Material vulkanik yang dapat menjadi lahan pekerjaan yang baru
Setelah memahami tentang gunung berapi, sekarang kita akan melakukan percobaan sederhana bagaimana terjadinya letusan gunung berapi. Iktuilah langkah-langkah berikut ini.
A.   Siapkan alat dan bahan
Seperti yang sudah dijelaskan, kita akan menggunakan alat dan bahan yang sederhana. Berikut ini adalah alat dan bahan yang akan digunakan :
1.    Kertas Koran bekas secukupnya
2.    Lem Rajawali berwarna putih
3.    Air secukupnya
4.    Karton board berwarna hitam
5.    Larutan cuka secukupnya
6.    Baking soda secukupnya
7.    Setu buah gelas plastic
8.    Sendok plastic
9.    Cat Aga berwarna merah dan cokelat
B.   Langkah pembuatan
1.    Pembuatan media gunung berapi
Pertama, yang harus kita siapkan adalah media dari gunung api itu sendiri. Gunung yang akan dibuat berasal dari kertas Koran bekas yang telah disiapkan. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
*      Gunting kertas Koran dalam beberapa bagian kecil
*      Campurkan dengan air
*      Setelah larut, bentuklah adonan seperti gunung dengan lem rajawali
*      Bentuklah seperti gunung api yang akan meletus
*      Setelah kering, warnai adonan dengan cat berwarna cokelat
*      Setelah kering, rekatkan bagian bawah gunung ke atas karton board yang ada. Biarkan hingga kering dan rekat.
2.    Pembuatan proses letusan gunung
*      Siapkan media gunung yang telah kering
*      Siapkan alat dan bahan
*      Masukkan air mineral kedalam gelas plastik secukupnya
*      Masukkan cat aga warna merah, dan aduk hingga tercampur rata
*      Masukikan larutan cuka secukupnya
*      Masukkan larutan cat yang telah disiapkan
*      Masukkan baking soda secukupnya.
Setelah melakukan langkah-langkah diatas, silahkan lihat hasilnya. Demikianlah jika gunung api meletus dan cairan yang keluar itu menggambarkan bagaimana magma yang keluar dari dalam perut gunung. Arah keluarnya magma juga mengikuti sesuai ke mana arah angina berhembus. Silahkan download video percobaan Gunung Berapi disini.  Untuk melihat PPT silahkan klik disini.Selamat mencoba dan selamat belajar. Tuhan Yesus Memberkati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sayap sebelah yang patah

 Roma, 28 Desember 1999 Lahir seorang anak bernama Helena Alexandra. Dia anak yang sangat manis dan pintar. Alexa, begitu sapaan akrab untuk...